Monday, 26 September, 2016
Home » Informasi » Inilah Cara Mengatasi Berbagai Hambatan Untuk Menjadi Pribadi yang Mandiri
hambatan

Inilah Cara Mengatasi Berbagai Hambatan Untuk Menjadi Pribadi yang Mandiri

Ideamardiana.com – Menjadi pribadi yang mandiri adalah keterampilan penting bagi orang yang ingin lebih mengontrol kehidupan mereka. Menjadi lebih mandiri akan memberikan Anda kebebasan untuk melakukan apa yang Anda inginkan tanpa peduli apa yang orang lain pikirkan dan juga akan membawa Anda untuk menemukan beberapa solusi dari permasalahan Anda. Namun ada 5 alasan utama mengapa orang yang ingin mandiri secara finansial tidak bisa mengembangkan kolom aset yang berlimpah-limpah. kolom aset yang bisa menghasilkan jumlah arus kas yang besar. kolom aset yang bisa membebaskan mereka untuk menjalani hidup yang mereka impikan, daripada bekerja seharian hanya untuk membayar tagihan.

5 alasan utama tersebut adalah:

 1  Ketakutan

Mengatasi rasa takut kehilangan uang. Kita belum pernah menemui seseorang yang sungguh-sungguh bahagia ketika kehilangan uang. Dan hingga saat ini, kita belum pernah bertemu dengan orang kaya yang tidak pernah kehilangan uang. Sebaliknya kita sering bertemu dengan orang miskin yang tidak pernah kehilangan seperak pun yakni untuk berinvestasi.

Ketakutan kehilangan uang adalah riil. Setiap orang memiliki rasa takut itu. Bahkan orang kaya pun takut. Namun bukan ketakutan itu masalahnya. Masalahnya adalah bagaimana Anda menangani atau mengatasi ketakutan itu. Bagaimana Anda mengatasi kehilangan itu. Bagaimana Anda mengatasi kegagalan itulah yang membuat perbedaan dalam hidup Anda. Itu berlaku untuk segala hal dalam hidup ini, bukan hanya uang. Perbedaan utama antara orang kaya dan orang miskin adalah cara mereka mengatasi ketakutan itu.

Punya rasa takut itu boleh-boleh saja. Boleh-boleh saja bersikap pengecut bila menyangkut masalah uang. Anda masih dapat menjadi kaya. Kita semua adalah pahlawan di satu bidang dan pengecut di bidang lain. Ada seorang perawat saat melihat darah, dia langsung bertindak. Saat kita membahas soal investasi, dia lari. Begitupun dengan seorang investor yang takut dengan darah, saat melihat darah, dia tidak lari. Dia langsung pingsan.

Baca Juga: Cara Mengendalikan Rasa Takut Saat Berbicara

 2  Sinisme

Mengatasi sinisme. “Langit akan runtuh, Langit akan runtuh”. Banyak dari kita sudah mendengar cerita mengenai Chicken Little, yang lari berkeliling pekarangan mengingatkan datangnya malapetaka. Kita semua mengenal orang-orang macam itu. Namun kita semua memiliki “Chicken Little” (sikap pengecut) di dalam diri kita masing-masing.

Pengejek sesungguhnya adalah “Chicken Little” – pengecut. Kita semua mempunyai jiwa pengecut ketika rasa takut dan kekhawatiran menyelimuti pikiran kita. Kita semua mempunyai kekhawatiran. Saya tidak pandai, Saya tidak cukup bagus, Dia dan dia jauh lebih baik daripada saya. Atau kekhawatiran kita sering kali melumpuhkan kita. Kita memainkan permainan “Bagaimana jika?” Bagaimana jika perekonomian hancur persis setelah saya berinvestasi? Atau Bagaimana jika segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang saya rencanakan?.

Di usianya yang ke 66 tahun, Harlan Sanders kehilangan bisnisnya dan hidupnya mulai tergantung pada cek jaminan sosial. Itu jelas tidak cukup. Dia berkeliling negeri untuk menjual resepnya untuk ayaam goreng (fried chicken). Dia ditolak 1.009  kkali sebelum akhirnya seseorang mengatakan “Ya, baik.” Dan dia pun menjadi seorang multijutawan pada umur lanjut ketika kebanyakan orang justru mengundurkan diri atau keluar. Jadi ketika Anda ragu-ragu dan merasa sedikit takut, lakukan saja apa yang dilakukan Kol. Sanders pada jiwa pengecutnya. Dia menggorengnya.

Baca Juga: 5 Perubahan Menuju Kesuksesan

 3  Kemalasan

Mengatasi rasa malas. Orang sibuk sering kali orang paling malas. Barangkali kita semua telah mendengar cerita tentang usahawan yang bekerja keras untuk memperoleh banyak uang. Dia bekerja keras untuk menjadi pemberi nafkah yang baik bagi istri dan anak-anaknya. Dia menghabiskan waktu berjam-jam di kantor dan membawa pulang pekerjaan pada akhir pekan. Suatu hari dia pulang ke rumah dan mendapati bahwa rumahnya kosong. Istrinya telah pergi membawa anak-anak. Dia tahu bahwa dia dan istrinya mempunyai banyak masalah, tetapi alih-alih memperkuat hubungan mereka, dia tetap menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Karena selalu cemas, kinerjanya di tempat kerja merosot tajam dan akhirnya dia kehilangan pekerjaannya.

Saat kita memutuskan untuk keluar dari perlombaan tikus, itu hanyalah sebuah pertanyaan. Bagaimana saya mampu bertahan dengan tidak bekerja lagi? Dan pikiran kita mulai mengeluarkan berbagai jawaban dan solusi. Bagian tersulit adalah bertempur melawan dogma orang tua mengenai “Kita tidak dapat membelinya” atau “Berhentilah memikirkan dirimu sendiri” atau “Mengapa kamu tidak memikirkan orang  lain?” dan kata-kata senada lainnya yang didesain untuk menanamkan rasa bersalah untuk menekan ketamakan kita.

Jadi bagaimana Anda mengalahkan kemalasan? Jawabannya adalah sedikit ketamakan. Tanpa sedikit ketamakan itu, hasrat untuk memiliki sesuatu yang lebih baik, kemajuan tidak akan terjadi. Namun terlalu tamak, seperti apa pun lainnya yang berlebihan, tidaklah baik. Namun ingatlah saja apa yang dikatakan Michael Douglas dalam film Wall Street “Tamak itu baik.”

Baca Juga: 5 Tips Menjaga Mood

 4  Kebiasaan

Hidup kita adalah cerminan dari kebiasaan kita lebih daripada pendidikan kita. Jika kita  tahu, memiliki kebiasaan membayar diri sendiri terlebih dahulu, tekanan untuk membayar pajak dan kreditur lainnya sangat besar sehingga memaksa kita untuk mencari bentuk-bentuk pemasukan yang lain. Biasanya, tekanan untuk membayar menjadi motivasi kita untuk mencari pekerjaan tambahan.

Baca Juga: Cara Membedakan Utang Baik dan Jahat

 5  Arogan

Arogan adalah ego plus kebodohan. Ada banyak orang di dunia uang, keuangan, dan investasi yang  sama sekali tidak memiliki gagasan mengenai apa yang mereka bicarakan. Kebanyakan orang dalam industri uang hanya menyemprotkann rayuan penjualan seperti para penjual mobil bekas.

Bila Anda tahu bahwa Anda bodoh atau tidak tahu apa-apa dalam suatu masalah, mulailah mendidik diri Anda dengan menemukan seorang ahli dalam bidang itu atau menemukan sebuah buku mengenai masalah itu.

Baca Juga: Maksimalkan Potensi dan Wujudkan Impian Anda Lebih Cepat

Begitulah 5 alasan yang sering menghambat perkembangan omset kita untuk menjadi seorang pribadi yang mandiri berdasarkan kutipan dari sebuah buku “Rich Dad, Poor Dad” yang dtulis oleh Robert Kiyosaki bersama Sharon L. Lechter, C.P.A.

DAPATKAN EBOOK GRATIS!
Dapatkan email informasi seputar bisnis online dan tips kecantikan ke email Anda.
Saya sangat menghargai privacy Anda, dan tidak akan menjual data email Anda ke pihak manapun.

About Mardiana

Menjalankan bisnis Oriflame via online bersama Komunitas Muda Mandiri dan lulusan jurusan pendidikan Matematika dari salah satu Universitas di Makassar - (PIN BBM : 5D1DDCAB)

Artikel Lainnya

Tips Mengetahui Produk Original

Tips Mengetahui Kualitas Produk Bagus di Toko Online

Kebanyakan dari kita tidak mengetahui cara memilih produk yang bagus dan berkualitas di toko online. …

Tags: alasan apa seseorang memiliki hambatan, cara menghilangkan rasa Mandiri, mengatasi jd orang orang miskin, alasan seseorang tidak mau bekerja mandiri, apa yang menjadi hambatan jika orang ingin menjadi seorang kantor, bagaimana cara menjadi pribadi yang mandiri, cara menjadi pribadi yang mandiri, yang menghambat untuk menjadi pribadi mandiri