Monday, 26 September, 2016
Home » Informasi » Pengertian Bersikap Tegas Terhadap Orang Lain
bersikap tegas

Pengertian Bersikap Tegas Terhadap Orang Lain

Ideamardiana.com – Kebanyakan orang beranggapan bahwa dengan berteriak keras-keras dan membawa tongkat yang besar merupakan cara bersikap tegas. Namun, bersikap tegas bukanlah berteriak, mengancam, atau selalu bertindak sesuka hati. Itu adalah sikap agresif. Berdiam diri dan menuruti kemauan orang lain, juga tidak selalu menjadi pilihan terbaik dalam bersikap. Itu adalah sikap pasif. Memanfaatkan orang lain dan menghindari tanggung jawab untuk mewujudkan keinginan Anda juga bukan cara yang baik untuk bersikap. Itu adalah sikap pasif-agresif.

Di dalam buku “How to be Assertive in Any Situation” yang ditulis oleh Sue Hadfield dan Gill Hasson mengungkapkan bahwa bersikap tegas merupakan bentuk pendekatan yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan Anda, yaitu dengan memberi tahu orang lain tentang sesuatu yang Anda inginkan dan tidak Anda inginkan dengan cara yang lugas dan penuh percaya diri. Baik orang yang pasif maupun agresif berhubungan dengan orang lain seolah-olah hanya satu orang yang diperhitungkan, yaitu diri mereka sendiri. Sebaliknya, orang yang bersikap tegas memperlakukan semua orang dengan adil.

Sekalipun Anda bisa menggambarkan sikap tegas terletak di antara sikap pasif dan sikap agresif, sikap tegas mencakup pemahaman tentang batas-batas antara kedua perilaku dan gaya berkomunikasi tersebut.

Arti Bersikap Tegas

Bersikap tegas adalah ekspresi yang jujur dan tepat mengenai perasaan, opini, dan kebutuhan Anda. Orang yang tegas mampu memberi tahu orang lain tentang hal-hal yang ia inginkan dan tidak ia inginkan. Ketegasan berarti kemampuan untuk menyatakan keinginan dengan tenang, apa yang diinginkan atau tidak diinginkan oleh seseorang, dan bagaimana ia ingin diperlakukan.

Anda dapat memilih untuk memberi tahu atau tidak memberi tahukan orang lain tentang sesuatu yang Anda pikirkan, rasakan, dan yakini. Anda dapat menerima kritik tanpa kesedihan atau kekecewaan. Anda tidak membiarkan rasa takut terhadap konflik membungkam Anda, dan siap untuk menerima konsekuensi dari pilihan Anda untuk menyampaikan perasaan dan keinginan Anda.

Perbedaan Sikap Agresif, Pasif, dan Pasif-Agresif

Sikap Agresif

Sikap dan komunikasi yang agresif juga merupakan jalan untuk mengekspresikan perasaan, opini, dan kebutuhan namun dengan cara mengancam, mengabaikan, atau mengendalikan orang lain. Ketika bersikap agresif, Anda mungkin merasa harus membuktikan atau menekankan sesuatu. Jika Anda merasa diperlakukan tidak seperti seharusnya, Anda mungkin akan marah dan mengambil sikap bermusuhan.

Daripada bersikap jujur  dan terbuka, komunikasi yang agresif kerap kali mencakup sikap kasar, sarkastis, dan menyalahkan. Tanpa memperdulikan sikap jujur dan lugas dalam berkomunikasi.

Sikap Pasif

Sikap dan komunikasi yang pasif tidak mengutarakan pikiran, perasaan, dan keinginan Anda. Bersikap pasif berarti membiarkan orang lain mendominasi Anda dalam menentukan apa yang seharusnya Anda lakukan atau tidak seharusnya Anda lakukan. Anda dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh orang lain, dan Anda membiarkan keinginan mereka mengalahkan keinginan Anda. Anda tidak mengutarakan keinginan atau pikiran Anda. Anda merasa sulit untuk mempertahankan pendapat Anda mengenai hal-hal yang Anda anggap salah atau benar, atau tentang bagaimana Anda ingin diperlakukan. Anda kerap menyetujui pendapat orang lain walaupun Anda sebenarnya tidak setuju.

Dengan bersikap pasif, Anda menghindari segala macam perseturuan. Anda mungkin takut pada reaksi orang lain sehingga Anda hanya berdiam diri dan memilih untuk menurut.

Sikap Pasif-Agresif

Komunikasi pasif-agresif merupakan ekspresi tidak terbuka dan tidak jujur mengenai perasaan, opini, dan keinginan Anda. Sikap ini membuat seseorang selalu berupaya mengelak untuk mengatakan apa yang sungguh-sungguh ia inginkan dan tidak ia inginkan. Orang yang bersikap pasif-agresif memanfaatkan orang lain untuk memaksakan kehendaknya. Ia sebenarnya mengendalikan situasi dan orang lain, sekalipun tampaknya tidak demikian. Ia tidak menyatakan keinginannya dengan jelas, namun menunjukkan penolakan pasif saat diminta untuk memenuhi keinginan dan harapan orang lain.

Waktu yang Tepat bersikap Pasif Ataupun Agresif

Sekalipun demikian, ada sejumlah situasi terkadang sikap pasif atau agresif dapat bermanfaat. Amarah adalah emosi yangg sangat kuat. Merasa marah bukanlah suatu kesalahan. Waktu dan cara Anda mengekspresikannya itulah yang boleh jadi merupakan suatu kesalahan. Anda pun tidak salah jika mengikuti kehendak orang lain selama hal iitu memang tepat, dan selama Anda tidak terbiasa bersikap demikian. setiap cara bersikap memiliki keuntungan dan kerugian sehingga secara tidak sadar, Anda mungkin cenderung memilih sikap tertentu.

DAPATKAN EBOOK GRATIS!
Dapatkan email informasi seputar bisnis online dan tips kecantikan ke email Anda.
Saya sangat menghargai privacy Anda, dan tidak akan menjual data email Anda ke pihak manapun.

About Mardiana

Menjalankan bisnis Oriflame via online bersama Komunitas Muda Mandiri dan lulusan jurusan pendidikan Matematika dari salah satu Universitas di Makassar - (PIN BBM : 5D1DDCAB)

Artikel Lainnya

Tips Mengetahui Produk Original

Tips Mengetahui Kualitas Produk Bagus di Toko Online

Kebanyakan dari kita tidak mengetahui cara memilih produk yang bagus dan berkualitas di toko online. …

Tags: pengertian tegas, agresif trhadap orang lain, cara membantai pendapat orang lain, image for orang tegas, pendapat tentang illuskin concealer the one, pertian tegas rasa, sikap orang pasif